Posted by : fiqri haiqal Selasa, 20 Agustus 2013

Di Indonesia Sekolah atau Belajar adalah suatu kewajiban, tetapi itu salah karena sekolah adalah suatu kebutuhan untuk mencapai suatu mimpi. Karena jika di sebut suatu kewajiban akan memberatkan seseorang dan bisa membuat rasa terpaksa untuk sekolah, sedangkan jika disebut suatu kebutuhan untuk mencapai suatu mimpi akan menjadi motivasi bagi diri untuk mencapai mimpi.
Dalam kehidupan kita harus mempunyai mimpi, jika mimpi telah di pegang maka akan terpikirkan bagaimana meraih mimpi tersebut. Biasanya untuk mencapai sebuah mimpi yang harus kita punya uang, uang tidak hadir dengan sendirinya karena kita harus bekerja untuk mempunyai uang. Berarti jika sudah memiliki mimpi kita akan mempunyai cita-cita.
Setelah kita mempunyai cita-cita kita akan menyiapkan strategi yang harus di rancang setelah kita sudah memiliki cita-cita, strategi tersebut seperti kita masuk ke sekolah mana, terus ke universitas mana yang tentunya harus menjurus kecita-cita kita miliki. Jika cita-cita dan strategi bisa dirubah dengan alur yang akan datang tapi untuk mimpi kita harus tetap sama sebelum kita bisa mencapainya jika kita sudah mencapainya kita bisa membuat mimpi yang lebih extream dari mimpi yang sudah kita lewati.
Contoh mimpi saya ingin membuat stadion sepakbola pribadi dan teamnya, saya harus bekerja untuk mencapainya karena membuat stadion tersebut tidak menggunakan uang yang murah jadi saya harus menjadi pengusaha, karena saya ingin jadi pengusaha di bidang pembuatan Game saya harus memiliki dasar di multimedia makannya saya masuk ke smk jurusan multimedia, dan saya ingin melanjutkan di fakultas teknik komputer jurusan audio visual dan ingin meneruskan ke Game Application and Technology.
Untuk menjadi pengusaha kita harus memiliki pengalaman dibidang itu mau kita harus jadi pegai dari sanalah kita memiliki pengalaman, karena untuk menjadi seorang pengusaha kita harus memiliki konsep yang sangat matang. Jika tidak kita akan berhenti di tengah jalan.
Di Indonesia sendiri persentase pengusaha hanya sekitar 1,56 persen dari total penduduk Indonesia. Sementara jumlah pengusaha di Malaysia sudah mencapai 4 persen dari total penduduknya. Di sisi lain, jumlah pengusaha di Thailand sudah mencapai 4,1 persen dari total penduduknya. Bahkan jumlah pengusaha di Singapura sudah mencapai 7,2 persen dari total jumlah penduduknya.
Makannya pemerintah mencanangkan wirausaha kecil, walaupun kecil tetapi cukup membantu untuk mengurangi angka pengangguran. Karena walaupun kecil lama kelamaan akan berkembang jika wirausaha itu memiliki sifat produktif dan aktif.
Segitulah penjelasan tentang hubungan antara Dream, Sekolah dan Wirausaha..
Untuk wirausaha akan tetap berlanjut terus ,, tunggu saja artikel selanjutnya :D

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Copyright © 2012 blognya Fiqri Haiqal -Black Rock Shooter- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan